"Ibu emang bener kalau selama ini nggak ada seorang pun yang tahu kapan tempatnya aku dilahirkan—." "Siapa yang ngasih kamu izin buat panggil saya Ibu? saya nggak akan pernah mau dipanggil ibu oleh kamu, saya mengatakan kalau saya nggak pernah menerima pernikahan kamu dengan Ibram. kamu boleh aja menjadi istrinya Ibram selama ini dan Ibram tetap menjadi anak saya tapi bukan berarti kalau kamu bisa menjadi menantu saya jadi jangan pernah kamu memanggil saya dengan panggilan ibu!" kata Bu Rahmi dengan begitu angkuhnya, Pak Hadi hanya diam dengan senyum yang juga terlihat begitu pongah sama seperti sang istri. Niswa diam dengan senyum manisnya berbeda dengan sang suami yang terlihat tidak tega mendengar apa yang dikatakan padanya. "Bu, Kenapa Ibu harus ngomong gitu sama Niswa, baiklah Ibu

