"Niswa?" Ibram sampai dua kali menyebut nama sang mantan istri seakan meyakinkan hatinya jika wanita cantik yang baru saja melintas di depannya memang benar-benar Niswa, sedangkan di sebelah Ibram, Pak Hadi dan Bu Rahmi saling berpandangan tidak mengerti. "Silakan duduk kembali," kata Niswa sebelum dirinya juga duduk di kursi kebesarannya, kursi yang sedari tadi sengaja dikosongkan oleh adik-adiknya. "Pak Ibram, Pak Hadi dan Bu Rahmi mau tetap berdiri?" tanya Niswa pada ketiga orang yang masih menatap dirinya kebingungan, ketiga pemuda yang duduk mengapit Niswa menahan senyum menatap ekspresi wajah mereka. Mendengar apa yang Niswa katakan Ibram dan kedua orang tuanya lalu kembali duduk di kursi masing-masing. "Ini maksudnya apa Pak Attar, Kami ingin bertemu dengan kakak perempuan

