Niswa melenggang ringan sembari mengulum senyum bahagia di bibirnya saat ia berjalan berpapasan dengan beberapa asisten rumah tangga Bu Rahmi yang sibuk mondar-mandir berlari ke kamar sang majikan sambil membawa air minum, membawa obat dan entah benda apa lainnya yang wanita itu minta. Wanita cantik itu berjalan menuju kamar tamu yang akan menjadi kamarnya malam ini dan membiarkan Pak Hadi, Bu Rahmi dan Putra mereka dalam kebingungan, dalam kemarahan juga dalam rasa malu saat ini, itupun kalau mereka masih memiliki rasa malu. "Ini Bu, diminum dulu obatnya," kata Ibram sambil membantu sang ibu untuk duduk tegak karena saat ini wanita itu duduk bersandar pada kepala ranjang sambil memegangi dadanya wanita itu kesulitan bahkan hanya untuk sekedar menarik nafas. "Ibram kan udah minta baik

