38: Menyerah

1635 Kata

3 jam sebelumnya. Elang melangkah gontai, nampak tak tertarik sedikitpun untuk melirik pemandangan kanan kirinya. Raut wajahnya begitu datar dengan bibir lurus seperti biasa. "Dengan Mas Elang?" Elang terkesiap, mengerjap kaget dengan spontan mundur saat melihat dua orang mencurigakan mendekatinya. "Siapa?" Tanyanya waspada. Dua orang itu saling pandang seperti lempar kode, lalu tiba-tiba membuka jalan. "Silakan Mas ikut kami." Ucapnya membuat Elang mendelik bingung. Meskipun begitu ia tetap mengikuti suruhan dua orang tadi, sampai akhirnya ia dibawa ke sebuah mobil hitam. "Silakan masuk!" Titahnya, Elang menarik napas dalam sebelum perlahan masuk ke dalam. Alis pemuda itu seketika menukik tinggi saat melihat seorang lelaki yang sudah berumur dengan gaya classy nya sedang duduk men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN