Putri mematung, segala untaian kalimat indah yang tersusun rapi di otaknya hancur lebur tak bersisa. Setetes demi setetes air mata keluar dari pelupuk matanya dibarengi dengan kekehan sinisnya. Elang yang kaget spontan mendorong tubuh Hera sampai terdesak mundur beberapa langkah, melihat Putri yang sudah berlari pergi Elang hendak mengejar namun sebuah lengan sudah melingkar erat di perutnya. "Kamu disini aja, kamu tadi gak nolak berarti kamu juga suka sama aku. Iya kan, pokoknya mulai sekarang kita pacaran!" Ucap Hera semakin mengekang tubuh Elang. Pemuda berwajah dingin itu langsung menghentak tubuh Heran tanpa kasian, Hera seketika terpelanting jatuh dengan mengenaskan. Elang memandang Hera, mengusap jijik bibirnya sendiri. "Gak punya otak!!" Maki nya singkat. Kemudian Elang sudah

