25: Berubah (1)

1789 Kata

"Ngantin kuy, cacing-cacing di perut gue udah pada loyo nih." Vino berjalan mendekati bangku Jeni dan Putri, sesekali ia juga mengusap perut rata nya dengan gerakan alay. "Ayo deh, mumpung jam kos!" Seru Jeni senang, tidak peduli dengan tatapan laser teman-teman sekelasnya. Memang benar sih mereka jam kos, tapi kan mereka diberi tugas. Yang tidak mengerjakan yha cuma mereka bertiga doang. "Lo berdua mah makaan mulu yang dipikirin." Putri melirik sinis dari balik cermin mini nya. "Kayak gue dong, selalu mikirin dandan." "Lah bangsul nih anak!" Vino mendecak sambil geleng-geleng, jelas aja mereka bertiga selalu klop. Orang sama-sama nggak normalnya. "Udah-udah ayo ke kantin aja, ntar keburu bel. Rame!" Jeni menengahi, kalau lagi laper ia memang akan jadi sensitif. Udah bawaan lahir. Ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN