Nala sengaja mengunci pintu kamar Tiara, malam ini ia akan tidur bersama Tiara, perasaannya terasa sesak saat tahu Akhtar mengatakan bahwa di dalam hidupnya masih tersimpan cinta untuk Mbak Rahayu. Nala tahu sangat amat tahu bahwa mendiang istrinya itu yang mampu membuat mereka memiliki Tiara bagian itu masih bisa Nala terima tapi kenapa Nala harus berjuang bersama orang sudah tak bernafas. Bahkan perasaan Nala untuk Akhtar bukan lagi perasaan sayang biasa namun ini sudah meliputi perasaan cinta satu sama lain. Sekarang Nala paham kenapa ia di larang masuk ke dalam ruang kerjanya—Nala yakin di ruangan itu terdapat banyak foto Rahayu, tak terasa pipi Nala sudah basah tanpa ia sadari. “Bunda kenapa nangis?” Tanya Tiara “Nggak apa-apa sayang, Bunda cuman kelilipan aja kok.” Alibi Nala “Ma

