“Ikut saya, ayo.” Akhtar mengajak Nala keluar dari ruangan dan Amira pun mengikuti “Mas, mau apa?” “Mau membuat pengakuan!” “HAH!” Jerita Nala dan Amira ¤¤¤ Akhtar sudah menyiapkan hal ini bila suatu saat akan terjadi seperti ini, pernikahannya dengan Nala tercium harum di wilayah kampus mereka. Sebenarnya Akhtar tak apa bila saja sejak awal ia mengaku bahwa ia sudah menikah namun demi menuruti Nala bahwa akan go public bila ia lulus sidang nanti namun Akhtar tahu pasti tak lama berita heboh ini akan terhembus bak angin sejuk. Akhtar sudah menyiapkan segalanya, terutama mengumpulkan orang-orang yang mempunyai mulut besar alias mulut yang tak tahu diri, kemarin Akhtar akan biasa saja bila pernikahannya beber namun kali ini Akhtar harus berhati-hati Akhtar menjaga peasaan sensitif Nala

