KITA BICARA

1324 Kata

“Nala Aku kangen.” Lirih Akhtar ¤¤¤ Subuh itu Nala merasa tidurnya terasa nyaman lebih nyaman dari tidurnya sebelumnya hanya berpelukan dengan Tiara namun kali ini seperti berbeda hangatnya, hangat ke nyaman seperti saat ia tertidur di pelukan Akhtar sebelum mereka pisah seperti ini. Namun, dalam benak Nala menepis perasaan itu mana mungkin Akhtar menjemput dan menghampirinya di rumah orang tuanya janjinya kala itukan seminggu batas waktunya. “Bundaaa—hikss—mau s**u—Tiala mau s**u, Bundaaa—“ Rengek Tiara pagi subuh itu membuat Nala harus bangun dari tidur nyamannya Akhtar kaget dengan rengekan Tiara pagi itu, tak biasanya Tiara merengek menangis seperti itu, aww—apa mungkin Tiara merasa kesal pada Tiara yang tidur memunggungnya, Akhtar yang tahu tangan Tiara memukul-mukul punggung Nala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN