BAB 47 : OGIMW

1790 Kata

*** "Pak, Mbak Indah pingsan," ucap Badai dengan napas memburu. Tubuh Arfiq menegang, dunia serasa kiamat mendengar istrinya jatuh pingsan. Dia merutuki dirinya sendiri, karena sudah mengizinkan sang istri berangkat kerja. Padahal dia tahu istrinya sedang tidak baik-baik saja. Arfiq langsung beranjak dari duduknya, dia tidak mungkin membiarkan istri kesayangannya kenapa-kenapa. "Dai, siapkan mobil!" titahnya. Arfiq berlari keluar ruangan untuk menemui istrinya. Arfiq melihat para pekerja sedang berkumpul, mungkin berniat membantu istrinya. "MINGGIR!" teriak Arfiq. Mereka langsung menyingkir ketika CEO tempat mereka bekerja datang. Bisik-bisik mulai terdengar di sebagian para pekerja. Arfiq menghampiri Indah yang sudah tidak sadarkan diri. "Sayang...," panggil Arfiq dengan suara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN