BAB 42 : OGIMW

1976 Kata

*** Minggu pagi jam 08:00 WIB. "Selamat pagi...." Arfiq berjalan menghampiri keluarga di ruang makan, dengan senyum merekah. Bahkan senyumnya hampir ke telinga sangking begitu lebar. Iyalah. Bagaimana tidak tersenyum lebar, kemarin dia puas sekali bermain-main dengan istrinya di atas ranjang. "Selamat pagi, Mas. Cerah banget mukanya, kaya menang jackpot," celetuk Zahra karena melihat senyum kakaknya sangat lebar. Membuat dia mengerutkan kening, sekaligus merinding. Sama halnya dengan Pak Arlan, beliau juga heran melihat Arfiq pagi ini tidak seperti biasanya. Sementara Bu Mega yang sudah paham hanya tersenyum tipis, tapi hatinya sudah luar biasa bahagia. Kayanya semalem itu ... makanya Arfiq tersenyum begitu lebar. Apalagi melihat rambut anak sulungnya masih setengah basah. "Ehm.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN