Sepanjang perjalanan Indah tidak berhenti mengusap air matanya. Pikiran Indah sangat berkecamuk. Sang nenek jatuh di kamar mandi, belum lagi tadi dia mendengar perdebatan suaminya dengan wanita yang pernah memarahi dia di Mall. Indah harus sekuat tenaga menahan dirinya agar tidak jatuh. Dia bahkan melupakan makan siangnya. Sekarang yang ada di pikirannya hanya satu, cepat sampai di Rumah Sakit menemui sang nenek. Indah juga ingin melupakan masalah dengan suaminya sebentar. Mengingat kata suami, membuat hatinya berdenyut nyeri. Akhirnya motor yang di kendarai Farid telah sampai di parkiran Rumah Sakit yang di beritahu Indah. "Indah, jangan lari." Cegah Farid mencekal tangan Indah, karena Indah seperti tidak sabar menuju sang nenek. "Aku tidak bisa bersabar lagi, Mas. Aku harus melihat

