** Jumat ... Indah berjalan menuju tempat kerja, tapi pikiran dia penuh dengan suaminya. Dari kemarin suaminya banyak melamun. Ketika ditanya, suaminya cuma bilang 'Mas enggak apa' dengan seulas senyuman. Sang suami tidak seperti biasanya. Jahil, suka sekali menggodanya. Dan itu lebih baik daripada suaminya menjadi pendiam. Rasanya menyebalkan sekali karena suaminya lebih memendam apa-apa sendiri. Apa ini ada hubungan dengan kemarin, yaitu kejadian di ruangan suaminya. Karena suaminya berubah setelah kejadian itu. Seketika dia merindukan sang suami yang seperti biasanya. Tadi pagi Arfiq cuma mengecup keningnya sebelum berangkat kerja. Hemm ... suaminya sudah berangkat sebelum dia sendiri berangkat. Katanya, ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu juga sama Papi mertuan

