Home Alone

1055 Kata
Persis seperti apa yang diucapkan oleh Tony kepada Ingrid, dirinya tidak datang malam itu. Dan membuat Ingrid harus melewatkan satu malam sendirian di apartemen Tony, yang tentu saja membuat Ingrid merasa cukup gelisah karena ini kali pertamanya ia tidur sendirian di apartemen itu. Pandangan Ingrid saat ini menoleh menatap ke arah jam dinding yang kala itu menunjukkan pukul delapan malam, dan membuat Ingrid pun menghela napasnya dan berusaha untuk mencari sebuah kesibukan agar setidaknya ia tidak memikirkan hal-hal yang membuatnya merasa semakin gelisah di sana. “Right! Karena ini sudah jam delapan, lebih baik aku berendam dan segera menonton Drama!” itu adalah hal yang diucapkan oleh Ingrid kepada dirinya sendiri, yang membuatnya mengangguk untuk kemudian berjalan menuju kamar mandi dan mulai mengisi Bathtub dengan air hangat. Dan selama ia menunggu air di bathtubnya penuh, Ingrid pun memutuskan untuk menyetel sebuah alunan musik yang setidaknya membuat dirinya menjadi lebih rileks. Ingrid berjalan menuju ruang TV dan mulai menyetel lagi klasik kesukaannya dan juga sang ayah menggunakan dvd Player, ia pun memperbesar suara dari musik itu untuk kemudian merasa semakin nyaman dan rileks di sana. Ingrid berjalan menuju kamar ganti untuk mengambil handuk dan beberapa sabun aroma therapy yang dibelikan oleh sepupu dari kekasihnya satu minggu yang lalu, dan Ingrid sangat menyukai aroma itu. Alunan musik itu begitu menenangkan hati Ingrid, namun detik kemudian Ingrid terkejut ketika mendengar suara dari musik klasik itu berubah menjadi suara senandungan dari seornag anaak kecil, yang tentu saja membuatnya kini mengerutkan dahi dan menoleh menatap ke arah ruang TV. “Hmm … hhhm … hhmmm … hmmm … hmhmhmhm!“ Itu merupakan sebuah senandungan dari lagu anak-anak yang berjudul Have you any Sheep. Yang tentu saja sangat di hafal oleh Ingrid karena dirinya selalu menyanyikan dan mengajarkan lagu itu kepada ank-anak di TK, seperti halnya ia mengajarkan Here we go round the Mulberry bush. Namun satu hal yang membuatnya bingung adalah ia tidak pernah merekam lagu tersebut, dan lagi CD yang dipakainya merupakan CD lama, yang tentu saja tidak pernah ia masukkan lagu-lagu lain selain musik klasik di sana. Merasa penasaran, membuat Ingrid pun memutuskan untuk mengecek tip tersebut, dan ia melakukannya dengan langkah yang cepat. Berjalan dari ruang ganti menuju ruang TV, namun sesampainya di ruang TV musik itu berganti kembali menjadi musik klasik, yang tentu saja membuat Ingrid merasa terkejut karenanya. “Apakah DVDnya rusak?” itu lah yang ia gumamkan di sana, namun katika ia merasa bahwa tidak ada apapun di sekitaran sana, maka dirinya segera mengabaikan hal itu dan berjalan untuk masuk ke dalam kamar mandi dan mulai berendam di sana. … Banyak sekali hal yang di lalui oleh Ingrid di hari itu, dan Ingrid merasa bahwa ia sangat lelah, yang pada akhirnya ia ingin melepaskan semua penatnya di dalam bathtub, dan aroma terapi di sana akan sangat membantunya. Dengan satu botol penuh yang ia tuangkan ke dalam air hangat itu, Ingrid pun mulai menanggalkan seluruh pakaiannya dan mulai berendam di sana. “Uahh … ini sangat nyaman!” itu lah yang di gumamkan olehnya di sana. Ia merendam seluruh tubuhnya untuk kemudian bersandar di pinggir Bathtub itu, Ingrid merasa sangat-sangat nyaman, dan ia hanya bisa menikmatinya dengan tersenyum dan memejamkan matanya. “One … Sheep … Two Sheep … have you any Sheep? Yes, Justin I Have Three Seven Sheep … - Mendengar suara nyanyian itu, membuat dahi Ingrid berkerut ketika menyadari jika ada seseorang di dalam apartemennya saat ini. Yang tentu saja membuatnya merasa sangat waspada, dan segera keluar dari Bathtub itu dengan perlahan dan meraih Bathrub miliknya yang telah ia siapkan. Untuk beberapa detik ia terdiam dan memastikan jika suara lagu itu benar berasal dari apartemennya. “You just have to choose what you want … one sheep … two sheep, have you any Sheep…- Setelah yakin bahwa suara itu berasal dari tempatnya, membuat Ingrid pun segera keluar dari kamar mandi untuk kemudian tidak mendapati apapun di sana. “!!” Ingrid cukup terkejut dan bahkan dirinya menjadi gelisah pada saat itu, napasnya tersengal tidak karuan dan pandangannya dengan cepat melirik ke arah ruang TV, dan juga ruang kamar, namun suasana di apartemen miliknya saat itu sangat sepi. “Ahahah!” “One Sheep … two sheep … have you any sheep? Yes, Justin I Have Three seven Sheep, Three for the lead sheep, Seven for the vassal …” Mendengar suara tawa dan lagu itu lagi, membuat Ingrid menoleh dengan cepat ke arah dapur, dan segera membuat dirinya berjalan ke arah sana untuk mendapati anak-anak yang ada di apartemen sebelah lah yang tengah menyetel lagu itu dan berlompat-lompat riang seraya tertawa, dan hal itu tentu saja membuat Ingrid merasa lega, karena pada kenyataannya ia hanya selalu berpikir negative di sana, yang seharusnya tidak ada satu hal pun yang harus ia khawatirkan pada saat itu. “Hahh … Ingrid, itu hanya anak-anak! Kenapa kau menjadi takut?” ucap Ingrid kepada dirinya sendiri, yang kemudian membuatnya menggeleng seraya mendecih merasa bahwa tidak ada yang perlu ia khawatirkan pada saat itu, yang membuatnya kini berjalan untuk kembali menuju kamar mandi dan melanjutkan aktifitas merendam dirinya di sana. Meski lagu itu terus terputar, namun Ingrid sudah tidak merasa ketakutan lagi. Setelah menyadari jika itu adalah anak-anak yang tengah menyanyikannya dan menyetel musiknya keras-keras, membuatnya merasa harus terbiasa dengan anak-anak tersebut karena itu lah sifat anak-anak. Ingrid dengan santai kembali masuk ke dalam bathtub itu, untuk kemudian merendam tubuhnya lagi. Dan memejamkan matanya seraya bersenandung dengan lagu yang sama yang tengah ia dengarkan saat ini, yaitu Have you Any Sheep, dan bahkan Ingrid ikut tersenyum ketika mendengar suara tawa dari keduanya yang terdengar begitu riang karena lagu itu. “Mereka menggemaskan!” itu lah yang di gumamkan oleh Ingrid yang tengah merendam di dalam bathtubnya. Ia memang measa tenang saat itu, karena menyadari bahwa lagu tersebut sengaja diputar oleh kedua anak diapartemen sebelahnya, namun ada hal yang tidak ia sadari malam itu. Lokasi apartemen mereka memang berdekatan, namun ruang apartemen milik Tony merupakan ruang yang dirancang khusus agar kedap suara, terkecuali jika mereka membuka jendela dan balkon di apartemen tersebut, dan malam itu, tak ada satu pun jendela dan pintu yang sengaja ia buka sehingga mustahil suara musik dan bahkan tawa dari anak kecil tembus ke dalamnya. Namun, Ingrid belum menyadari hal itu. Dan menganggap bahwa itu adalah hal yang normal. … To Be Continue
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN