Mobil yang dikendarai oleh Budiman pun sampai di sebuah hotel tempat Gempita akan bertemu dengan tamu pelanggan Zuraida yang sudah memboking dirinya sekitar pukul 11 siang. Tepat pukul sepuluh lewat empat puluh menit, mobil yang ditumpangi Budiman dan Gempita masuk ke halaman depan hotel Bulan. “Makasih Om Budi.., untuk tumpangannya. Hehehehe,” tawa kecil Gempita seraya meraih hendel pintu mobil. “Ita..., Tunggu! Ini ada kue lapis, bawa saja,” pinta Budiman memberikan tas kanvas berwarna biru. “Baik banget Om Budi, cocok dengan namanya...,” ucapnya sembari mengambil tas kanvas tersebut dan keluar dari mobil lelaki hidung belang itu. Dengan perlahan Gempita berjalan menuju pintu utama dari hotel Bulan. Tampak sekali wajah Gempita meringis menahan sakit pada bagian belakangnya akib

