Melihat kondisi Aprilia yang shock atas apa yang di katakan putri bungsunya, membuat Elvira pun meminta pertolongan pada pembantu di rumah itu. “Mbok Darmi..., Mbok...! Tolong...!” teriak Elvira sejadinya melihat Aprilia kesakitan pada bagian dadanya dan keringat sebesar biji jagung keluar dari pori-porinya. “Ya Allah..! Ibu..., Ibuuu...!” Darmi panik melihat kondisi Aprilia saat telah sampai di kamar sang majikan. Sementara itu, Amelia hanya menangis dan meminta maaf terus menerus pada Aprilia. Kemudian, dengan air mata bercucuran Elvira meminta Darmi untuk memanggil Ikhsan, sopir pribadi Aprilia. “Mbok..., Tolong panggil Pak Ikhsan untuk bantu bawa mama ke mobil. Kami akan ke Rumah Sakit,” pinta Elvira dengan air mata yang terus mengalir. Secepat kilat Darmi berlari keluar kama

