- "Tempat Tanpa Malam" - Aku beranjak berdiri berbalik ke belakang, tak sengaja aku mengantongi batu yang masih ku genggam. "Apakah kita akan masuk sekarang ? Ucapku, dia menjawab. "Ya baiklah, jawabnya. Aku melangkah mendekatinya, dan tangan kananku menggenggam tangan kirinya. Kami berjalan, dan kami sama-sama memiliki ketertarikan. Kristal bersinar putih, aku raih dengan tangan kiri ku, lorong gelap menjadi sedikit terang dengan kristal yang aku pegang mengarah ke depan. Tak sengaja terlihat, lukisan menimbul mirip seperti bulatan-bulatan saling berbaris horizontal. "Tunggu, apakah ini semua planet yang ada di semesta ? Kataku tanganku melepaskan tangan kiri sonor. "Tunggu, Sonor segera memeriksa menyentuh lukisan timbul di baris pertama, sambil ia bicara, ini adalah "Planet Urn

