Adi memasuki rumah ketika melihat Sam sedang menangis di atas sofa. “Sam? Ada apa?” tanyanya sambil menghampiri Sam perlahan. Adi duduk di samping Sam dengan hati-hati. Sam menggeleng dengan tatapan kosong. “Nggak kenapa-kenapa. Cuma kepikiran bokap gue aja. Aneh ya, setelah meninggal, kok gue malah ngerinduin dia. Padahal sebelumnya nggak pernah,” kata Sam terbata-bata di sela tangisnya. “Mungkin karena lo sayang sekali sama dia...” jawab Adi lembut. “Gue nyesel banget. Kenapa ya, waktu dia hidup gue malah nyia-nyiain waktu? Sekarang waktu yang sudah hilang nggak bisa kembali lagi,” kata Sam serak. Air matanya berlinang. Adi terdiam di samping Sam. Ia termenung. Tiba-tiba ia jadi teringat ayahnya sendiri. Sudah berapa lama ia

