CHAPTER 52: Dinding Retak

637 Kata

            Adi sampai di rumah sekitar jam delapan kurang, sepulang mengajar. Tiga orang penghuni rumah lainnya sedang berkumpul di ruang tengah sambil makan pizza dan minum cola.             “Di, lama amat pulangnya. Pizzanya hampir habis, lho!!” seru Sam sambil melambaikan tangan.             “Pizza dari mana?” sahut Adi heran.             “Dari gue. Anggap aja syukuran pindahan tempat kos,” sahut Yoga cengengesan.             “Wah, royal banget. Asiiik. Sering-sering aja begini,” kata Adi memaksakan diri tersenyum. Ia menuju wastafel dan mencuci tangannya, lalu duduk bergabung di lantai.             “Jatah kamu masih ada, lho,” sahut Fifi sambil mengambilkan tisu dan menyodorkannya pada Adi.             “Thanks,” sahut Adi sambil mengambil tisu itu, lalu mencomot satu potong pizz

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN