Chapter 45: Telepon

641 Kata

            Hampir seminggu Denis tidak menghubungi Sam. Berkali-kali Sam mengecek ponselnya, namun sms atau telepon yang ditunggu-tunggunya tidak kunjung datang. Cowok itu betul-betul marah. Sam menghembuskan napas dengan kecewa. Haruskah ia duluan yang menghubungi cowok itu? Mungkin Denis memang benar. Sam ketinggalan zaman. Sampai detik ini ia masih perawan. Umumnya cewek-cewek metropolitan tidak lagi ragu-ragu untuk menjalani one night stand bersama laki-laki yang disukainya. Tapi ia belum siap. Dulu maupun sekarang. Sama sekali tidak punya nyali. Sam hanya ingin berhubungan dengan orang yang benar-benar menjalin hubungan dengan serius. Ia hanya ingin menikmati seks dengan pria yang dicintai dan mencintainya. Calon suaminya.             Salahkah? Mempertahankan kesetiaan di zaman ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN