41.

1028 Kata

Rean mengangguk-angguk kepala nya. "Nara belum juga bangun, mih? Kenapa ya, apa perlu kita bawa ke dokter " ucap Retha yang duduk dekat Nata, jujur sebagai sahabatnya dia sangat khawatir pada Nara. Reyna memutar bola matanya malas, apakah anak bungsunya itu melupakan sesuatu kalau dirinya adalah seorang dokter? "Ekhem,* Reyna berdehem kecil, membuat Retha menyadari satu h.al. Kenapa dia sampai lupa jika mamih nya adalah seorang dokter. "Umm, maaf mom. Retha lupa, hehe.* Ucap Retha dengan cengiran di akhir kata nya. Reyna mengangguk, memang sudah tak aneh lagi jika ada yang sakit di keluarganya maka mereka akan memanggil dokter lain. Reyna takut jika dirinya panik, dan malah salah memberikan diagnosa. "What!!! Naraaaaa." Seorang suara cempreng langsung berlari ke arah kumpulan keluar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN