Reynand fokus menyetir, lima menit berlalu tapi belum ada percakapan di antara mereka. "Kita makan di mall aja ya, Rey." Reyna mengawali pembicaraan. Reynand menganggap, "iya sayang." "Kamu kok diem mulu, lagi sariawan ya Rey?" Reynand menggeleng pelan. "Gak kenapa-napaa kok, nanti aku bilangnya malam aja ya." Reyna mengerucutkan keningnya bingung. "Kok gitu? Penting banget emang nya?" "Bisa di bilang begitu, yaudah nanti aja ya sayang kita bahas nya." Reynand menghela nafas lalu mengangguk, "yaudah deh iya." "Gimana sama persiapan pernikahan kita, kamu udah nemu yang cocok belum?" Tanya Reynand. Reyna tersenyum senang, disela kesibukan Reynand masih tetap memperhatikan semuanya. Pria itu benar-benar pria siaga. "Ada dua yang menurutku bagus banget, nanti bantu pilihkan ya." Re

