54. Fobia

1610 Kata

Aku menatap Reynand yang lagi-lagi membuatku betah berlama-lama menatap bagian dari wajahnya. Pandangannya begitu nyaman dan meneduhkan, seakan-akan dia adalah pelindungku. Padahal kenyataannya kita baru kenal beberapa menit yang lalu. Saat dia bertanya jika aku ada masalah, aku mengangguk, "Sedikit masalah" jawabku. Sepertinya tidak ada apa-apa jika aku menceritakan padanya sedikit tentang masalahku. Dia juga terlihat ramah dan tulus. Tetapi, jika aku bercerita apa dia akan menganggap ku aneh seperti kebanyakan orang, bagaimana? Mungkin bagian itu tidak akan dulu ku ceritakan. "Mau cerita?" tanyanya, dia juga menatapku yang juga masih menatapnya. Kita berdua lama bertatapan hingga aku tersadar dan langsung mengalihkan pandanganku ke arah depan menatap jalanan yang lumayan lenggang mala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN