Sementara keluarga kecil yang tengah menikmati cemilan sembari menonton film itu tampak asyik, di malam hari yang di guyur hujan mereka menyaksikan film bersama-sama.
Reyna melihat ke arah Rean yang sibuk memainkan handphonenya.
"Kak, gimana hubungan kamu sama Naya?" Tanya Reyna, bagaimanapun juga perbedaan agama akan membuat kisah keduanya harus berakhir, kecuali jika Naya mengikuti agama Rean. Jika sebaliknya, maka tentu saja Reyna dan Reynand tak akan pernah mengizinkan dan merestui hubungan mereka berdua.
"Gak kenapa-napaa, emang nya kenapa mih?" Tanya Rean sebelum menjawab dia berdehem terlebih dahulu.
"Ya maksudnya mamih itu, sudah sejauh mana?" Tanya Reyna kembali.
"Gak jauh kok, Mih."
Reyna berdecak sebal, seperti ini jika dia mengajak anak nya berbicara. Dingin seperti Reynand.
"Kak, mamih gak lagi becanda."
"Mih, kakak juga enggak lagi becanda kok. Emang serius, kita gak jauh."
"Jadi kalian semakin dekat, pacaran?"
Rean menggeleng pelan. "Bukan pacaran, tapi komitmen."
Reyna tersenyum kecil, "apa beda nya kak? Komitmen hanya kata halus dari pacaran."
Bagi sebagian orang, komitmen jadi hal penting yang wajib dibahas di awal hubungan. Komitmen bisa dikatakan kata yang mudah diucapkan banyak orang, namun tak sedikit pula yang dengan mudah mengingkari komitmen.
Yap, ada sebagian orang yang berkomitmen menjalani hubungan secara serius dengan seorang yang dicintainya.
Di sisi lain, komitmen tak hanya berkaitan dengan cinta terhadap seseorang. Ada juga komitmen terhadap pandangan atau tujuan hidup.
Biasanya, seseorang yang memiliki komitmen akan berusaha dan disiplin untuk mencapai tujuan hidup yang diinginkan.
Menurut Reyna, komitmen adalah sebuah janji pada diri sendiri atau pada orang lain. Memang benar, komitmen itu mudah tuk di ucapkan. Namun, sangat sulit untuk di laksanakan.
Tepatnya, mengiyakan sesuatu dan akan melaksanakan sesuatu dengan penuh tanggung jawab. Itu adalah yang di namakan komitmen.
Komitmen itu bohong, setia itu bullshit. Semua akan berubah ketika dia bosan dan menemukan yang baru.
"Jangan terlalu berharap dan cinta pada manusia kak. Kalau kamu cinta sama Naya, cukup sebut saja dia dalam doa. Meskipun kepercayaan kalian berbeda."
Inilah yang menjadi alasan Rean untuk tak mencari Naya. Ia takut jika suatu saat nanti, ia terkungkung oleh nafsu dan malah mengikuti agama Naya. Naudzubilllah.
Benar, cinta beda agama itu berat, karena kamu di tuntut untuk mengkhianati kekasihmu atau mengkhianati penciptamu. Rean tak akan lupa dengan kiblat dan cara berdoa dirinya dan Naya, Rean tak akan pernah lupa dengan tasbih di tangannya serta kalung salib di leher wanitanya. Wanita? Sejak kapan Rean mengklaim jika Naya adalah wanitanya.
"Mih, aku ke kamar dulu ya. Udah malam, good Ningt." Ucap Rean, dia memberikan senyum termanis untuk mamih nya.
Senyum manis yang banyak menyimpan kegetiran, ketakutan, keresahan, serta sesuatu yang akan terjadi di masa depan.
"Good Ningt too, dear." Jawab Reyna.
***
Rean menghela nafas, menghembuskan nya secara kasar. Dia membuka pintu gorden sambil membawa gitar. Mood nya hari ini sangat jelek. Yang awal nya dia terkagum-kagum dengan sosok Lisa, kini malah sebaliknya. Lisa sangat mencurigakan, bahkan saat saat tadi di sekolah dirinya tak sengaja mendengar perkataan Lisa di telepon.
"
Bersambung.
Nih buat kalian yang pusing sama cast nama, aku kasih ya.
Anak nya Reyna+Reynand.
1. Raditya Ardani Daniyal (Nanti akan di datangkan di episode selanjutnya)
1. Reandra Xavier Daniyal
2. Renata Xaviera Daniyal
Anak nya Felli+Alvin.
1. Elzyo Fathir Mahendra
2. Azkiya Felixa Mahendra
Anak nya Angga+Siska.
1. Aleia Khansa Rahardian (Sudah meninggal dari bayi)
2. Alfakhri Altair Rahardian
Anak nya Valen+Revin.
1. Ardan Razzan Ardiaz
2. Randika syakir Ardiaz
3. Rafasha Eshaal Ardiaz
Anak nya Revan+rahma
1. Azka Jaydan Ardiaz
2. Arshaka Shafwan Ardiaz
Anak nya Doni+Anna
1. Fazmi irham Geovano
2. Farel Anshary Geovano
Sementara keluarga kecil yang tengah menikmati cemilan sembari menonton film itu tampak asyik, di malam hari yang di guyur hujan mereka menyaksikan film bersama-sama.
Reyna melihat ke arah Rean yang sibuk memainkan handphonenya.
"Kak, gimana hubungan kamu sama Naya?" Tanya Reyna, bagaimanapun juga perbedaan agama akan membuat kisah keduanya harus berakhir, kecuali jika Naya mengikuti agama Rean. Jika sebaliknya, maka tentu saja Reyna dan Reynand tak akan pernah mengizinkan dan merestui hubungan mereka berdua.
"Gak kenapa-napaa, emang nya kenapa mih?" Tanya Rean sebelum menjawab dia berdehem terlebih dahulu.
"Ya maksudnya mamih itu, sudah sejauh mana?" Tanya Reyna kembali.
"Gak jauh kok, Mih."
Reyna berdecak sebal, seperti ini jika dia mengajak anak nya berbicara. Dingin seperti Reynand.
"Kak, mamih gak lagi becanda."
"Mih, kakak juga enggak lagi becanda kok. Emang serius, kita gak jauh."
"Jadi kalian semakin dekat, pacaran?"
Rean menggeleng pelan. "Bukan pacaran, tapi komitmen."
Reyna tersenyum kecil, "apa beda nya kak? Komitmen hanya kata halus dari pacaran."
Bagi sebagian orang, komitmen jadi hal penting yang wajib dibahas di awal hubungan. Komitmen bisa dikatakan kata yang mudah diucapkan banyak orang, namun tak sedikit pula yang dengan mudah mengingkari komitmen.
Yap, ada sebagian orang yang berkomitmen menjalani hubungan secara serius dengan seorang yang dicintainya.
Di sisi lain, komitmen tak hanya berkaitan dengan cinta terhadap seseorang. Ada juga komitmen terhadap pandangan atau tujuan hidup.
Biasanya, seseorang yang memiliki komitmen akan berusaha dan disiplin untuk mencapai tujuan hidup yang diinginkan.
Menurut Reyna, komitmen adalah sebuah janji pada diri sendiri atau pada orang lain. Memang benar, komitmen itu mudah tuk di ucapkan. Namun, sangat sulit untuk di laksanakan.
Tepatnya, mengiyakan sesuatu dan akan melaksanakan sesuatu dengan penuh tanggung jawab. Itu adalah yang di namakan komitmen.
Komitmen itu bohong, setia itu bullshit. Semua akan berubah ketika dia bosan dan menemukan yang baru.
"Jangan terlalu berharap dan cinta pada manusia kak. Kalau kamu cinta sama Naya, cukup sebut saja dia dalam doa. Meskipun kepercayaan kalian berbeda."
Inilah yang menjadi alasan Rean untuk tak mencari Naya. Ia takut jika suatu saat nanti, ia terkungkung oleh nafsu dan malah mengikuti agama Naya. Naudzubilllah.
Benar, cinta beda agama itu berat, karena kamu di tuntut untuk mengkhianati kekasihmu atau mengkhianati penciptamu. Rean tak akan lupa dengan kiblat dan cara berdoa dirinya dan Naya, Rean tak akan pernah lupa dengan tasbih di tangannya serta kalung salib di leher wanitanya. Wanita? Sejak kapan Rean mengklaim jika Naya adalah wanitanya.
"Mih, aku ke kamar dulu ya. Udah malam, good Ningt." Ucap Rean, dia memberikan senyum termanis untuk mamih nya.
Senyum manis yang banyak menyimpan kegetiran, ketakutan, keresahan, serta sesuatu yang akan terjadi di masa depan.
"Good Ningt too, dear." Jawab Reyna.
***
Rean menghela nafas, menghembuskan nya secara kasar. Dia membuka pintu gorden sambil membawa gitar. Mood nya hari ini sangat jelek. Yang awal nya dia terkagum-kagum dengan sosok Lisa, kini malah sebaliknya. Lisa sangat mencurigakan, bahkan saat saat tadi di sekolah dirinya tak sengaja mendengar perkataan Lisa di telepon.
"
Bersambung.
Nih buat kalian yang pusing sama cast nama, aku kasih ya.
Anak nya Reyna+Reynand.
1. Raditya Ardani Daniyal (Nanti akan di datangkan di episode selanjutnya)
1. Reandra Xavier Daniyal
2. Renata Xaviera Daniyal
Anak nya Felli+Alvin.
1. Elzyo Fathir Mahendra
2. Azkiya Felixa Mahendra
Anak nya Angga+Siska.
1. Aleia Khansa Rahardian (Sudah meninggal dari bayi)
2. Alfakhri Altair Rahardian
Anak nya Valen+Revin.
1. Ardan Razzan Ardiaz
2. Randika syakir Ardiaz
3. Rafasha Eshaal Ardiaz
Anak nya Revan+rahma
1. Azka Jaydan Ardiaz
2. Arshaka Shafwan Ardiaz
Anak nya Doni+Anna
1. Fazmi irham Geovano
2. Farel Anshary Geovano