Mo duduk manis di belakang kemudi mobil sambil menikmati lantunan musik pop romance dari radio mobil. Jemari tangannya mengetuk setir mobil selaras dentuman musik yang berputar. Dia tak sendirian. Ada mama mertuanya, Desy yang duduk di kursi sebelahnya. "Kenapa laju mobil ini begitu lambat, Mo," Desy melirik jarum kecepatan mobil yang ada di angka empat puluh kilometer per jam. Lalu lintas jalan tol pada siang ini begitu lancar apalagi tujuan dua perempuan keluarga LW ini mengarah ke luar kota. "Sabar Mama. Ingat pesan Kings kan. Dia tidak suka aku ngebut lagi," kekeh Mo mengedipkan sebelah matanya saat menoleh ke samping. Desy menggerutu kesal melihat sikap penurut Mo yang jelas berbeda saat Mo belum dinikahi Kings. "Alasan kamu saja kali menyebut nama Kings. Mama cuma bisa menari

