"Wow, mewah sekali," pekik Mo histeris mengedarkan pandangan ke segala penjuru ruangan. Kings merangkul pundak istrinya dan mengangguk. "Aku ingin memberikan yang terbaik untukmu," ujar Kings mendaratkan ciuman di pipi istrinya. Tempat ini sebelumnya pernah dia kunjungi bersama keluarganya beberapa kali tapi Mo tentu saja ingin membuat Kings berbesar hati. Mungkin kebohongan yang dia buat bisa dimaafkan. "Kamu lelah?" Tanya Kings menyerahkan uang tips pada dua potter yang membawa koper mereka. "Tentu saja tidak," sahut Mo. Matanya mengabsen isi ruang hotel yang akan menjadi rumah peristirahatan mereka selama beberapa hari ke depan. Dari pintu masuk, Mo mendapati sebuah meja bundar terbuat dari kayu yang dikelilingi tiga kursi. Lalu dia melihat ranjang besar yang menghadap teras be

