Part 28. Pencarian Mayat Ayudia

1803 Kata

(Satu tahun yang lalu) Sebuah mobil taksi berhenti di pelataran salah satu rumah di daerah Banguntapan, Bantul. Seorang wanita muda dengan pakaian perawat itu pun turun sambil menggendong bayi laki-lakinya. Ayudia lari tergopoh-gopoh, menuju rumah kecil bernuansa cat putih pudar di sana. Ayudia menggedor-gedor pintu rumah kakaknya. Sesekali mengusap peluh. Menengok ke belakang, merasa gerak-geriknya ada yang memerhatikan. “Mbak ... buka pintunya!” Sekali lagi, pintu kayu berwarna cokelat pekat itu ia ketuk dengan keras. “Ada apa, Yu?” Sang kakak--Mirna--baru saja pulang dari tempat kerja. Ia tengah berdiri di belakang Ayudia. Menatap heran adiknya. Wanita muda itu tak punya banyak waktu. Ia meminta Mirna segera membukakan pintu, kemudian memasuki rumah, dan menguncinya kembali. Ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN