Part 46. Japanese Cheese Cake

1257 Kata

Navita tengah menangisi calon bayinya yang kini telah tiada. Saat ini ia tengah terbaring lemah di bed pasien. Ia baru saja melakukan operasi kecil untuk melenyapkan jabang bayi dalam perutnya. Navita tidak memiliki pilihan lain. Ia harus mengugurkan kandungan itu demi keselamatan sang guru. Alvin baru saja memasuki ruang perawatan Navita. Ia hanya sanggup menghela napas kasar ketika mendapati kekasihnya itu tengah menangis sesenggukan. "Kamu ini seperti orang bodoh kalau terus-terusan nangis nggak jelas begitu, Vit. Semua ini juga demi masa depan kamu. Kamunya juga nggak mau sampai putus sekolah cuma gara-gara kehadiran bayi itu, kan? Ya udah, solusi terbaik adalah kita harus melenyapkan bayi itu, maka semua masalah akan selesai." Ucapan Alvin terdengar cukup egois. Lelaki itu juga sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN