Samudera menunggu penerbangan yang akan membawanya pulang ke Jakarta dengan kaki menghentak-hentak tidak sabar. Pekerjaannya yang tidak bisa ditinggal seharian membuatnya tidak bisa pulang lebih awal. Berkali-kali lelaki berambut sebahu yang diikat asal-asalan itu bolak-balik mengecek jam tangannya. Hanya mengenakan kemeja kantor yang melekat di badan serta sebuah sweater hitam yang terus dipegangnya. Bahunya menyandang sling bag kulit berisikan laptop. Setidaknya pekerjaannya masih bisa dikerjakan nanti dan dikirimkan via email ke kantor pusat di Singapura. Sam menghembuskan napasnya pelan. Pikirannya melayang pada Fara. Entah mengapa perasaannya tidak enak. Ada sesuatu yang membuat detak jantungnya memburu gelisah. Ian dan Al di telepon tidak menjelaskan apapun. Sam hanya disuruh pula

