Menjelang maghrib, mendung menghiasi langit kota Jakarta. Suhu mulai turun, tidak seperti biasanya yang didominasi cuaca panas. Di saat-saat seperti ini, kebanyakan orang memilih untuk dirumah, bercengkrama dengan keluarga atau tidur memeluk guling. Maharani sudah duduk cukup lama di sebuah restoran semenjak sore. Tamu yang ditunggu-tunggunya belum juga datang setelah ia hampir menghabiskan minuman yang dipesannya. Pikirannya menerawang kemana-mana. Hidupnya akhir-akhir ini melelahkan dan sangat kacau. Tidak ada yang menyangka, pemilik butik yang punya lima cabang di kota Jakarta itu merasa hidupnya jungkir balik dalam beberapa bulan saja. Semua kesialannya bermula dari orang yang sama, yaitu putra kesayangannya sendiri. Dimulai dari Andra yang babak belur dihajar oleh kakak iparnya, kem

