Dua Puluh Sembilan

1891 Kata

Arsylla POV             Hidupku kini bak berada dalam mode autopilot. Aku tak bisa mengendalikannya. Ia berjalan sendiri sesuai kehendak takdir. Siapa yang menyangka selama 22 tahun usiaku, sebuah rahasia besar tentang kelahiranku terungkap menjelang hari pernikahan. 3 hari sebelum pernikahan menjadi hari paling menggalaukan seumur hidup. Namun, 3 hari sebelum pernikahan adalah hari paling bersejarah bagi hidup seorang Sylla. Arsylla bukanlah seorang batang kara di dunia ini.             Hari ini, 2 hari menjelang aku melepas masa lajang, justru sebuah perjalanan bersejarah terjadi. Bersama dengan Mas Aksa dan sopir pribadi Pak Harun, aku dibawa ke kota Surabaya. Tentu saja untuk bertemu dengan keluarga besar yang telah lama mencariku. Keluarga ya? Cukup canggung mendengarnya mengingat s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN