Lina dan Anta yang sedang menarik koper-koper mereka keluar dari bandara. Senyuman lebar tak lepas dari wajah Lina berbeda dengan Anta yang hanya menampilkan wajah datarnya. "Kamu beneran nggak apa-apa Lina? Nggak kram perutnya atau pusing?" Lina menatap Anta kesal, entah sudah keberapa kalinya Lina mendapati pertanyaan yang sama dari Anta. "Nggak Anta! Aku baik-baik aja. Cuma agak capek gara-gara kebanyakan duduk," jawab Lina jujur. "Abis ini kamu istirahat ya," Lina hanya mengangguk, dia menyadari kekhawatiran Anta mungkin karena pernah kehilangan putra mereka dulu membuat Anta trauma. Sebuah mobil Mercedes hitam berhenti dihadapan mereka, pintu mobil terbuka dan menampilkan Mang Suep, sopir Papa mereka. "Maaf Den, Non, jalanan macet, jadi telat saya jemputnya, maafin Mamang ya!
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


