Lina menatap Anta yang sedang memejamkan matanya dengan santai. "Ta! Anta! Bangun kenapa?" Lina mengguncang tubuh Anta pelan. Pemilik tubuh itu menggerjapkan matanya terusik. Lina melebarkan senyumannya saat mata itu terbuka. Dia duduk tegap. Melihat kekanan kiri pengganggu itu tak ada. "Mana pengganggu tadi?." Tanya Anta tajam dan dingin. Lina menggerutkan keningnya mendengarkan nada bicara Anta. Dia memandang lekat lekat wajah Anta. "Fernan?!" Gumam Lina kurang yakin. "Heem..." Gumam pemilik nama. "Kamu belum bisa bedain Fernan sama Anta sekali lihat ya Lin?." Tanya Fanda pada Lina. Dan diangguki antusias oleh Lina. "Padahal gampang loh!." Tambah David. "Kamu aja juga sulit dulu bedain mana Fernan mana Anta! Hampir 2 tahun kamu masih sering salah kenalin mana Anta mana Fernan,

