Ben keluar dari mobil dibantu oleh Rico, mereka berjalan sedikit menjauh dari mobil. Melanie langsung meluncur turun dan memeluk Ben dengan erat. Airmata merembes dari matanya. "Aku senang kamu sudah sadar, aku takut sekali," desisnya sambil mempererat pelukannya, membuat Ben tak bisa napas. Dan kepalanya pun berputar-putar sedari tadi. "Mel, kepala gue pusing dan gue nggak-bisa ber-napas!" katanya dengan suara yang lemah. "Ah!" Melanie terperanjat, ia melepaskan pelukannya, "Maaf, aku terlalu senang bisa melihatmu lagi!" katanya menatap pemuda itu, Ben membalas tatapannya. Sejujurnya ia senang Melanie memeluknya seperti itu. "He'em-he'em!" Rico dan Tomi berdehem hampir bersamaan, membuyarkan lamunan keduanya. Melanie sedikit menunduk karena malu, Ben sendiri malah hampir ambru

