Sebulan kemudian Mentari diajak Reza untuk menonton bioskop lagi. Kerena kedua orang tuanya menyukai Reza mereka dengan senang hati mengizinkannya. Apalagi Reza juga pemuda yang sopan, sehingga mendapat kepercayaan untuk mengajak Mentari di malam hari. "Mentari, aku sangat senang sekali bisa nonton lagi bersamamu," ujar Reza. "Aku juga, karena berada di rumah terus aku bosan," jawab Mentari apa adanya. Ketika sesampainya di bioskop, Mentari duduk di samping Reza. "Ya ampun, aku sampai lupa belum membeli cemilan dan minuman. Kamu tunggu sebentar ya," pinta Reza. "Iya, jangan lama - lama. Keburu mulai nanti," jawab Mentari riang. Setelah Reza beranjak pergi, seseorang yang di sisi lain membuka topi dan menyapa Mentari. "Aran, bagaimana kabarmu? Sepertinya kehidupanmu di sini teramat m

