Mentari merasa sangat senang, sebab banyak sekali aneka jajanan yang belum pernah dirasakannya selama ini. Atha hanya geleng-geleng kepala saja melihat perut kakaknya yang tidak kunjung kenyang. "Atha, kenapa kamu tidak makan?" tanya Mentari. "Melihat kakak saja aku sudah kenyang," jawab Atha. Mentari hanya terkekeh saja, memang dirinya bisa dibilang rakus soal makanan enak. "Atha, aku sama sekali tidak tertarik dengan tontonannya. Bagaimana kalau kita lihat-lihat kaos saja," ajak Mentari bersemangat. "Oke," jawab Atha dengan senang hati. Mentari bukannya datang ke pakaian perempuan akan tetapi malah masuk ke penjual khusus pakaian lelaki. Atha yang tahu selera kakaknya tidak berani menentang. "Atha, beruntung sekali kamu memiliki pacar yang baik hati membelikan kamu pakaian," ejek

