Mentari duduk di halaman rumah bersama Jack, pemuda itu biarpun sudah menjadi orang sukses akan tetapi masih sama. Yaitu tetap rendah hati dan ramah seperti dulu. "Mentari, besok aku sudah kembali ke rumah. Apa kamu sudah memutuskan pilihanmu? Aku masih berharap kamu memilih aku, dicoba saja beberapa saat. Jika kamu tidak bahagia denganku kamu nanti bisa mencari lelaki lain. Hanya saja aku tidak rela jika kamu bersama Nick," ucap Jack lembut. Mentari menunduk, memandang rumput yang dipijaknya itu. Beberapa hari ini otaknya terasa kongslet dan tidak bisa berpikir apapun. Sebenarnya tawaran dari Jack barusan cukup baik, akan tetapi hatinya tidak yakin dan merasa sulit untuk mengiyakan. Berbeda ketika Reza dulu melamarnya, walaupun belum.yakin dengan hatinya tapi juga tidak bisa menolak pe

