Amanda begitu bahagia dengan pertumbuhan dan perkembangan putrinya yang begitu baik. Kini Mentari sudah mulai bisa merespon setiap ucapan orang dewasa. Setiap pagi harinya sebelum membuka toko Amanda akan mengajak putrinya untuk jalan-jalan. Begitu juga dengan Hasan yang tidak pernah mau ketinggalan untuk menghabiskan waktu bersama dengan dua kedua ibu dan anak tersebut. "Hasan, bagaimana hubungan kamu dengan Luna?" tanya Amanda penasaran. "Ya baik-baik saja seperti biasanya." Amanda melirik ke arah Hasan, dia yakin jika seseorang yang sudah dianggapnya sebagai adik pasti sangat tahu bagaimana perasaan Luna terhadapnya selama ini. "Hasan, aku yakin kamu tidak bodoh. Tentu kamu tahu kenapa Luna sering bermain ke rumahku," ujar Amanda berniat membantu Luna. Hasan langsung menatap mata

