Tangan Revalia terulur mencengkeram dagu si laki-laki cantik. "Jangan pernah berpikir merebut Janatra!" Revalia menghela napas kasar seolah mendengkus. Duh, Tobias makin mual dengan aroma alkohol yang semakin menyengat. "Pertama, gue enggak mau pacar lo yang lagi memperhatikan kita itu menusuk mata lo yang jelalatan." Revalia lantas menyeringai lebar, "Kedua ... Janatra itu calon laki gue, milik gue. Dia normal seratus persen." Tobi menyunggingkan senyum, lalu terkikih, laki-laki itu menepis jemari Revalia dari dagunya. Mengedipkan mata pada sang DJ. Membisikkan sesuatu sebelum akhirnya menegakkan tubuh. "Gimana lo tahu dia normal? Emang lo udah pernah ngerasain barangnya?" Tobias melangkah, melewati Revalia, mengambil gelas di tangan Janatra. Mengelus rahangnya, "Thank you, Dear." lanta

