Chapter 23

1807 Kata

Mobil yang Nino kendarai berhenti sempurna di depan sebuah hotel berbintang tempat diadakannya reunian sekolah mereka. Setelah mesin mobilnya mati, Nino sempat melirik gadis cantik di sampingnya. Nino menahan tawa melihat wajah gadis itu yang sedari tadi ia tekuk. “Muka lo benerin dulu sebelum keluar. Masa cewek yang dulu idola cowok-cowok di sekolah mukanya kucel banget,” ledek Nino. Violet melirik Nino tajam. Ia benar-benar sedang tidak ingin menanggapi ucapan Nino. Sejak perdebatannya dengan Alvaro kemarin, ia bahkan menjadi malas bicara. “Oke.. oke.. dari tatapan lo gue bisa tau maksud lo. Yaudah gue gak bakal ngomong lagi. Lo tunggu disini, biar gue bukain pintu. Mumpung lo lagi ngambek, gue bakal bersikap manis sama lo malam ini,” ucap Nino. Violet hanya memilih diam dan membiarkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN