“Capek?” Violet menggeleng pelan membiarkan Alvaro menyeka peluh di dahinya sembari memasuki mansion mereka. Selama kehamilan Violet sudah membesar, Alvaro memang rutin mengajak Violet berjalan-jalan pagi mengelilingi kompleks. Sesekali ia juga mengantar Violet untuk senam khusus hamil maupun olah raga lain yang dianjurkan untuk ibu hamil. “Hubby.” Violet menahan langkah Alvaro saat memasuki rumah. “Hmmmm...” “Kamu janji ya ngomongnya jangan kasar-kasar ke mama.” “Hmmmm...” “Janji dulu.” “Oke, tapi aku gak janji bisa bersikap baik. Please ngertiin aku, cuma kamu yang aku harap bisa ngertiin aku, Mahal.” Violet malah menjadi iba mendengar ucapan Alvaro. Tangannya terulur menyeka peluh di dahi Alvaro. “Iya Hubby, aku ngerti kok. Aku tahu kamu belum terbiasa.” “Makasih Mahal.” Alvaro m

