“Ayok dong, San! Jangan biarkan aku menunggu! Aku bener-bener curious! Who’s that girl?” desak Davina penasaran sambil mengguncang-guncang bahu sahabatnya itu dengan gayanya yang manja. Untung saja sore ini, resto hotel terlihat sepi, tidak banyak tamu hotel yang hang out di sana, hanya ada beberapa pelayan yang jaga di resto. Dengan begitu tidak banyak orang yang melihat sifat kolokan sang Nyonya Boss kalau sudah kumat seperti ini. “Ayook dong, Sandra! Jangan bikin aku senewen!” ucapnya kesal. “Oke, oke! Iya, aku akan cerita,” sahut Sandra yang sudah tahu kebiasaan perempuan yang duduk di sebelahnya ini kalau sudah menuntut sesuatu, “denger baik-baik, ya. Kamu ingat, besok hotel kita punya acara apa selama seminggu ke depan?” Kening Davina pun mengerut ke tengah. “Acara apa? Selama sem

