Hari - hariku saat ini adalah mengejar Trinity. Mungkin dulu dia yang agresif mengejarku tanpa henti, sekarang keadaan berbalik. Aku yang ingin sekuat tenaga memperjuangkan dia. Seperti hari ini, dengan sengaja aku menjemputnya pulang kerja saat mengetahuai dia tidak pernah membawa kendaraan saat bekerja. Kulihat dari pintu masuk gedung kantornya, Trinity tengah menelpon seseorang dengan wajah berseri - seri. Tidak lama, seorang pria tampan yang familiar menghampiri istriku. Ia mengecup pipi kanan Trinity dan menggenggam tangannya serta untuk berjalan keluar. Kubuka pintu mobil dengan tergesa dan setengah berlari menghampiri Trinity yang hendak masuk ke dalam mobil sedan mewah milik pria itu. "Trinity," Dia menoleh ketika mendengar panggilanku. "Lho? Ada apa lagi Mas?" Pria tampan ya

