Perlahan, aku mencoba membuka mata. Dan hal yang pertama kali aku lihat adalah wajah Sekar yang tertidur di kursi tunggu. Rambutnya dipotong pendek sebahu, membuatku teringat gadis muda yang kuselamatkan tempo hari dan membuatku mendapatkan luka serius di perut yang kini tertutup perban. Ya, aku bisa merasakannya meski belum benar - benar melihat lukanya. Dan aku tidak menyesal telah menolongnya terbebas dari godaan anak - anak genk motor, jika dia bisa saja Sekar bagi seseorang. Anis bagi seseorang. Dan Putik bagi seseorang. Aku ingin menyapa Sekar dan bertanya, apa yang dia lakukan di sini? Namun, wajah lelah itu membuatku tidak tega membangunkannya. Kupandangi wajahnya yang tidak berubah sejak terakhir kali aku melihatnya. Cantik, kharismatik dan anggun. Mengapa wanita secantik dia h
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


