Drama Lahiran

1036 Kata

Aku merasakan sebuah letupan bersama air yang mengalir di bagian bawah tubuhku. Kak Damar menyadarkanku saat aku kalut dengan pikiranku. Pecah ketubankah? “Sayang.” “Kak, Jingga pecah ketuban.” Aku melihat ke arah kakiku yang sudah basah, dan Kak Damar juga melakukan hal yang sama. Aku yakin karena Dokter Anggia pernah menjelaskan. Kak Damar menuntunku untuk duduk. Dia terlihat panik, dengan cepat dia memanggil Mang Gun dan Bi Sumi. Sebelumnya, kami sudah membuat beberapa kesepakatan dan membagi tugas apa saja yang harus dilakukan jika hari persalinan tiba. Mang Gun sudah siap dengan mobilnya. Bi Sumi juga sudah mengambil perlengkapan untukku selama kami di rumah sakit. “Ada yang sakit, sayang? Kita ke rumah sakit sekarang.” Semua sudah berkumpul dan tampak panik saat mengetahui aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN