Bella pikir, setelah mengetahui siapa ayah dari bayinya itu akan membuatnya lebih baik karena setidaknya ia tahu siapa laki-laki itu. Namun, itu justru membuatnya menjadi lebih buruk, hingga tidak tahu mana yang lebih baik, mengetahui atau tidak mengetahui hal itu sama sekali. Takdir ini sungguh terlalu gila untuknya. Hidupnya yang sebelumnya sudah dalam kondisi tidak baik, kini benar-benar telah hancur dalam waktu yang singkat. Kalau saja ibunya tidak mengambil sesuatu yang bukan miliknya, maka semua ini tidak akan terjadi. Tapi ia tidak bisa terang-terangan menyalahkan ibunya. Ibunya adalah sosok yang membesarkannya dengan penuh cinta, sekaligus sosok yang membuka jalan untuk kehancurannya. Saat ini, Bella sedang duduk seorang diri. Pikirannya begitu kacau dan tidak tahu harus melakuk

