26. Lost Contact

1961 Kata

Reyna menutup pintu kamar asramanya tepat saat Teya melangkah keluar. Gadis itu memegangi perutnya yang terasa nyeri. Dia bersandar di balik pintu. "Aw … " rintihnya. Perlahan tubuhnya luruh ke bawah. Dia berjongkok di lantai, menekuk perutnya, berharap agar nyeri yang menyerangnya segera hilang. Dia tidak bergerak dari posisi itu, bahkan suara telepon dari lobi asrama tidak Reyna jawab sebab seluruh tubuhnya menahan sakit. "Kenapa rasanya tidak enak," lirih Reyna. Cukup lama dia berjongkok di sana. Sampai akhirnya suara pintu yang diketuk terdengar. Reyna mendongak untuk memastikan bahwa tadi dia sudah menyuruh Teya kembali ke kamarnya. Gadis itu bangkit untuk membuka pintu. "Aku sudah bilang aku …." Reyna tidak menyelesaikan kalimatnya sebab bukan Teya yang berada di depan sana.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN