Tiga Puluh Sembilan

2185 Kata

*Author's POV* Di Indonesia saat ini, rintik kecil hujan membasahi area pemakaman yang cukup mewah jauh dari hiruk pikuk kota Jakarta. Davino yang masih belum memotong rambutnya, seperti biasanya, ia tampil dengan mengikat rambutnya agar terlihat rapi. Sore itu ia memakai kemeja hitam dan celana hitam sambil membawa satu buket bunga Lily berwarna putih dan satu keranjang penuh taburan bunga. Sekian lama ia tak mengunjungi tempat itu, namun makam itu tetap bersih. Keluarga angkatnya benar-benar merawat tempat itu dengan baik. Setelah beberapa saat memandangi tempat peristirahatan kedua orang tuanya, Davino berjongkok di antara makam Mama dan Papanya. Ia menaruh bunga lily di atas makam Mamanya. Ia memandangi kedua makam itu secara bergantian sebelum merapalkan doa untuk kedua orang tu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN