Dua Puluh Sembilan

1814 Kata

*Author's POV* Lian menyesap minumannya di meja bar paling ujung. Celana jeans hitam yang melekat pas di kakinya dipadukan dengan baju lengan panjang cowl neck berwarna hitam, membuatnya sesekali menjadi pusat perhatian. Bajunya membuat proporsi pas tubuhnya terlihat mengagumkan. Lian yang merasa tidak suka menjadi pusat perhatian saat ini memilih tempat yang paling terpencil dan minim cahaya agar tidak menarik perhatian pengunjung yang lain. Ia yang semula akan bertemu dengan teman-temannya pukul 9 malam, saat ini malah sudah menghabiskan 2 gelas karena datang satu jam lebih awal. "Liiiaaannn!!" suara khas laurel membuatnya mengalihkan pandangannya kepada si empunya suara. Laurel segera memeluk Lian dan mencium pipi kanan dan kirinya dengan senyuman mengembang. Disusul Tania yang meme

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN