Tiga Puluh Dua

1604 Kata

*Author's POV* Lian berdiri di sebuah balkon apartemen menatap ferris wheel milik tempat wisata Navy Pier yang terlihat jauh lebih dekat dari kondominium milik Davino dulu. Matanya menatap wahana itu dengan tatapan sendu. Ia tidak menyangka keinginannya untuk kabur justru membawanya lebih dekat dengan kenangan itu. Menenangkan diri ke Chicago bukan ide yang baik, tapi bukan juga ide yang buruk untuknya. Kota ini jauh lebih tenang dibanding hiruk pikuk kota New York yang tak mati selama 24 jam. Sejujurnya hati Lian tak tenang. Untuk pertama kalinya dia kabur tanpa membawa apapun, tidak ponsel, tidak kartu rekeningnya, apalagi kartu kreditnya. Ia meninggalkan semua yang terhubung dengan akses internet, kecuali tanda pengenal dan passportnya. Dia hanya membawa kartu pengenal, beberapa baju,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN